preview “pena yang patah”
Manusia yang paling nggak percaya kalo karya Anak-anak Mama Alin itu masih membekas dan masih dicari sekian orang itu mungkin Bubin sendiri! Butuh sekian waktu dan sekian rasional untuk pada akhirnya Bubin mau menulis lagi. Setelah memulai untuk menulis, butuh lagi sekian rasional untuk akhirnya tercipta blog sederhana ini. Seperti yang direncanakan di awal, blog ini akan berfungsi maksimal saat novel Bubin dirilis. Dan seperti yang ditulis oleh Bubin sendiri, semoga (benar-benar semoga) novel itu bakal rilis di akhir tahun ini, semoga.
Saya termasuk yang beruntung, berkesempatan untuk membaca naskah dari novel tersebut, bahkan sebelum judulnya terpilih seperti saat ini (nggak tau juga kalo nanti judulnya berubah lagi), sebelum naskahnya tersusun seperti saat ini. Hal paling menarik dari novel ini adalah cara bertuturnya, tanpa kerangka petunjuk waktu, tak runut, maju mundur. Ingat Pulp Fiction? Kira-kira seperti itu. Namun jangan takut, tanpa petunjuk kerangka waktu pun, saya yakin para pembacanya mudah meletakkan letak babak yang sedang dibacanya.
Bila membaca category mosaik di blog ini, tulisan-tulisan yang ada di category mosaik tersebut adalah potongan-potongan babak yang terdapat di Pena yang Patah. Semacam pengantar, semacam cuplikan adegan.
Sedang isi bukunya secara keseluruhan masih galak, namun “marahnya” jauh lebih kaya dalam pilihan kata. Seperti kumpulan mosaik yang pernah kita lihat namun diungkapkan lagi dalam bentuk yang berbeda, dan kita siap untuk menyusunnya. Dan yang terakhir… hmm mestinya sih bakal jadi kontroversi karena pembaca bakal diajak untuk berpersepsi, isi novel ini kisah nyata atau fiksi, tokoh-tokoh yang disebutkan di dalamnya itu benar nyata atau tidak… ah biar hanya Bubin yang tau =)
salam,
danu.widhyatmoko
About this entry
You’re currently reading “preview “pena yang patah”,” an entry on Bubin Lantang
- Published:
- Oktober 6, 2008 / 2:04 pm
- Category:
- mosaik
- Tags:
