tidur dan mimpi

Saat itu dia menyesalkan mengapa perjalanan di padang rumput hijau bersama dua perempuan yang paling dikasihinya itu cuma sebuah mimpi, tidak sungguh-sungguh terjadi, sehingga menerbitkan rasa kehilangan secara besar-besaran ketika dia membuka matanya.
Karena akibat yang ditimbulkan mimpi dari jenis inilah, yaitu kekosongan yang menganga lebar di hati saat dia terbangun, Langit lebih menyukai mimpi buruk. Tiap kali terbangun sehabis tidurnya dilanda mimpi buruk, dia akan bersyukur bahwa semua hal yang baru saja dia lihat atau dia alami itu hanyalah mimpi. Mimpi buruk tidak menyebabkan perasaan kehilangan, melainkan justru perasaan lega dan syukur.
Mimpi dan keadaan bangun, mana sesungguhnya yang menjadi majikan? Jangan-jangan justru jiwa kita hidup dan memiliki kehidupan di alam mimpi yang terentang dari tidur yang satu ke tidur yang lain, dan di situlah kita menjalani kenyataan kita, dan apa yang terjadi pada keadaan bangun kita ini hanyalah kesemuan. Ibarat kita menatap aneh kepada makhluk luar angkasa yang justru menatap aneh kepada kita dan menganggap kitalah yang pantas berjuluk makhluk luar angkasa…
About this entry
You’re currently reading “tidur dan mimpi,” an entry on Bubin Lantang
- Telah Diterbitkan:
- Mei 6, 2008 / 5:38 am
- Kategori:
- bubin's words
- Tag:
